AKU CINTA AMALIA
Sejak bulan Januari ini Safa suka sekali pergi sekolah. Kalau dulu, mau sekolah itu pasti Safa bilang dia nggak suka sekolah. Tapi sekarang, hari Minggu atau libur pun Safa pengen sekolah. Kalau Ibu bilang hari ini libur, pasti Safa nggak percaya, keukeuh minta diantar ke sekolah katanya mau lihat bener nggak sekolahnya libur. Ck ck ck, kemajuan banget deh. Alhamdulillah ………
Saking cintanya Safa sama sekolahnya, Safa tidak mau pindah dari Makassar dan kalau sudah tamat TK, tetap pengen sekolah di Amalia. Hebat kan. Nggak nyangka deh cintanya sama Amalia begitu dalam, padahal kalau dilihat dari fisik sekolahnya, sebenernya Ibu kurang sreg. Gedungnya sebenernya hanya sebuah rumah tua yang disulap jadi kelas, playgroundnya sederhana nggak disemen, cuma tanah. Jauh dari nyaman dan kurang aman. Kelasnya juga tidak pake AC. Karena nggak jauh dari rumah, juga di Makassar nggak banyak playgroup Islam, makanya Ibu pilih Amalia.
Karena kelasnya terbatas, maka TK A dan TK B terpaksa gantian masuk pagi dan siang. Materi yang diajarkan selain yang umum, juga pengenalan terhadap agama Islam. Sebelum masuk kelas, anak-anak akan berkumpul di ruangan depan. Di sana mereka bernyanyi dan bergoyang. Yang bagusnya banyak lagu-lagu mengenai agama, kadang-kadang lucu juga lagunya. Seperti lagu di bawah ini
Di mulut ini ada doa, di hati ini ada doa, di tangan ini ada doa
Setiap hari tetap berdoa.
Di mata ini ada doa, di kuping ini ada doa, di mulut ini ada doa
Setiap hari tetap berdoa
Di mulut ini ada setan, di hati ini ada setan, di tangan ini ada setan
Kalau suka marah-marah
Ya Allah, Ya Tuhanku, lindungilah hambamu, Amin
Bait pertama setiap kata doa, tangan menadah tanda berdoa, pada bait kedua, setiap kata setan, anak-anak berteriak HIIII, kadang-kadang sambil memeluk temannya. Lucu deh.
Setelah bernyanyi dan mendengar cerita ibu guru, anak-anak belajar Iqra., baru setelah itu masuk kelas dan tidak ada istirahat.
Karena kondisi gedung yang seperti itu jadi tidak memungkinkan untuk melarang pengantar masuk, mungkin ini yang membuat kadang-kadang anak menjadi manja. Tetapi bagusnya, kita bisa akrab dengan para guru.
Kepala sekolahnya Ibu Rini Widodo juga enak diajak ngomong. Umurnya udah 60 tahun mungkin, kalo bicara lembut sekali, sejuk kalo denger beliau bicara. Ibu pengen sekali bisa bicara seperti cara ibu Rini, tapi ternyata susah. Setiap 2 x bulan Bu Rini mengisi pengajian di sekolah, jadi bisa nambah ilmu agama para ibu.
Seneng banget melihat Safa cinta sama sekolahnya. Rencananya selain TK, nantinya juga ada SD Amalia. Mudah-mudahan tahun depan dibuka, biar Safa tetap bisa sekolah di Amalia.
Selain itu, saking cintanya Safa dengan TK Amalia, kalo Safa punya adik cewek Safa mau kasih nama Amalia. Mudah-mudahan keinginan Safa terkabul.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home