Jejak Langkah Safa

Hari terus berlalu, meninggalkan jejaknya di sini. Kelak indah dibaca, dikenang dan penuh arti.

Monday, June 19, 2006

Catatan Akhir Sekolah

Aduh ibu, kok judulnya lucu sih, kaya’ film aja, lagi pula kan Safa belum tamat TK. Ah biarin aja, biar keren gitu lho. Tanggal 10 Juni kemarin Safa dapat rapor. Kata ibu guru, safa banyak kemajuan di semester genap ini. Di rapor nilainya banyak yang baik. Kalo sebelumnya cuma sedang-sedang aja. Tetapi yang masih belum sembuh itu nangisnya. Setiap hari di sekolah Safa pasti nangis, dari yang diganggu temen atau jatuh. Ibu berdoa mudah-mudahan kalo Safa TK B nanti nilainya semakin bagus, semakin bisa konsentrasi, perilaku dan sopan santunnya makin baik dan tidak cengeng lagi alias bisa mengontral emosinya (Eqnya makin baik). Amin.
Nah, yang paling dinanti-nanti adalah acara penamatan TK B dan Kelompok Bermain. Persiapannya udah dari awal bulan Mei. Setiap hari pasti latihan. Murid TK A perempuan menari kupu-kupu, murid laki-laki senam pagi.
Ada cerita lucu. Sebelumnya Safa ditunjuk jadi bunga. Udah sempet latihan jadi bunga. Tapi setiap latihan Safa selalu merengek-rengek ke ibu wiwiek minta jadi kupu-kupu, karena kalau kupu-kupu itu cantik pakai sayap. Mungkin karena bosan mendengar rengekannya, akhirnya permintaannya dikabulkan. Anggap saja Safa belajar bernegosiasi. Tapi ibu suka sebel sama Safa karena Safa kalo nari malas dan tidak luwes. Padahal ibu itu pengen banget Safa pintar menari.
Tanggal 17 Juni adalah acara penamatannya. Safa senang sekali. Di rumah Safa sudah tidak memakai baju kupu-kupunya. Apalagi saat di make-up wah Safa antusias sekali. Tumben ibu mau dandanin Safa. Safa jadi pengen ngaca terus. Pasti Safa merasa menjadi orang paling cantik sedunia, dengan baju mekar warna kuning dan memakai mahkota, membuat Safa pengen berputar terus. Padahal sayapnya belum dikasih.
Sampai di gedung PMCC, sebelum masuk Safa sempet foto di tempat tukang foto menggelar studio kecilnya. Waktu masuk, Safa gembira sekali melihat teman-temannya, apalagi setelah memakai sayapnya. Rasanya Safa pengen terbang seperti kupu-kupu.
Acara dimulai dengan kata sambutan oleh ibu Rini dan kemudian acara wisuda. Murid-murid duduk dibawah di depan panggung, sambil keliaran seperti Safa. Juga ada pembagian hadiah buat para 10 besar. Safa gak dapet tuh. Kata ibu tidak apa-apa, buat itu menjadi semangat biar Safa rajin belajar biar menjadi orang pintar, tetapi yang paling penting itu Safa bisa menjadi anak yang shalihah. Setelah itu ada lagu-lagu dari murid TK B.
Kejutan sekali, ada MC om Ivan yang pernah jadi MC waktu kantor ayah ulang tahun. Lucu sekali deh. Om ivan nyanyi lagu Bunda dan Kenangan Terindahnya Samson pake suara anak kecil. Semua orang tepuk tangan. Yang seru ada gamenya. Sayang deh Safa nggak ditunjuk, padahal safa udah nunjuk tangan. Gamenya lucu-lucu. Ada yang disuruh tebak lagu. Yang paling lucu waktu ada lima anak disuruh menirukan gerakan ayam, bebek dan burung sesuai dengan yang diucapkan om ivan. Kalo om ivan bilang ayam, kepalanya digerakkin kayak ayam sedang matok, kalo bebek tangannya gerak kayak sayap bebek, kalo burung gerakannya bukan seperti burung terbang, tapi pinggangnya ke depan dan ke belakang. Heboh deh orang-orang pada ketawa. Menghibur sekali.
Setelah itu baru TK A menari kupu-kupu. Kata ibu bagus, tapi seperti biasa para orang tua kumpul di depan panggung buat merekam atau mengambil foto anaknya, jadinya penonton lain gak bisa liat.
Selesai deh acaranya. Semua orang senang, tapi sedih juga karena nanti gak ketemu lagi sama kakak TK B seperti kak Dina, kak Luli dan Kak Afi. Selain itu perut laper karena sudah jam 12 lebih. Safa jadi gak sabar mau cepet-cepet sekolah lagi, karena nanti Safa masuk TK B.

Wednesday, June 07, 2006

AKU CINTA AMALIA

Sejak bulan Januari ini Safa suka sekali pergi sekolah. Kalau dulu, mau sekolah itu pasti Safa bilang dia nggak suka sekolah. Tapi sekarang, hari Minggu atau libur pun Safa pengen sekolah. Kalau Ibu bilang hari ini libur, pasti Safa nggak percaya, keukeuh minta diantar ke sekolah katanya mau lihat bener nggak sekolahnya libur. Ck ck ck, kemajuan banget deh. Alhamdulillah ………
Saking cintanya Safa sama sekolahnya, Safa tidak mau pindah dari Makassar dan kalau sudah tamat TK, tetap pengen sekolah di Amalia. Hebat kan. Nggak nyangka deh cintanya sama Amalia begitu dalam, padahal kalau dilihat dari fisik sekolahnya, sebenernya Ibu kurang sreg. Gedungnya sebenernya hanya sebuah rumah tua yang disulap jadi kelas, playgroundnya sederhana nggak disemen, cuma tanah. Jauh dari nyaman dan kurang aman. Kelasnya juga tidak pake AC. Karena nggak jauh dari rumah, juga di Makassar nggak banyak playgroup Islam, makanya Ibu pilih Amalia.
Karena kelasnya terbatas, maka TK A dan TK B terpaksa gantian masuk pagi dan siang. Materi yang diajarkan selain yang umum, juga pengenalan terhadap agama Islam. Sebelum masuk kelas, anak-anak akan berkumpul di ruangan depan. Di sana mereka bernyanyi dan bergoyang. Yang bagusnya banyak lagu-lagu mengenai agama, kadang-kadang lucu juga lagunya. Seperti lagu di bawah ini
Di mulut ini ada doa, di hati ini ada doa, di tangan ini ada doa
Setiap hari tetap berdoa.
Di mata ini ada doa, di kuping ini ada doa, di mulut ini ada doa
Setiap hari tetap berdoa
Di mulut ini ada setan, di hati ini ada setan, di tangan ini ada setan
Kalau suka marah-marah
Ya Allah, Ya Tuhanku, lindungilah hambamu, Amin
Bait pertama setiap kata doa, tangan menadah tanda berdoa, pada bait kedua, setiap kata setan, anak-anak berteriak HIIII, kadang-kadang sambil memeluk temannya. Lucu deh.
Setelah bernyanyi dan mendengar cerita ibu guru, anak-anak belajar Iqra., baru setelah itu masuk kelas dan tidak ada istirahat.
Karena kondisi gedung yang seperti itu jadi tidak memungkinkan untuk melarang pengantar masuk, mungkin ini yang membuat kadang-kadang anak menjadi manja. Tetapi bagusnya, kita bisa akrab dengan para guru.
Kepala sekolahnya Ibu Rini Widodo juga enak diajak ngomong. Umurnya udah 60 tahun mungkin, kalo bicara lembut sekali, sejuk kalo denger beliau bicara. Ibu pengen sekali bisa bicara seperti cara ibu Rini, tapi ternyata susah. Setiap 2 x bulan Bu Rini mengisi pengajian di sekolah, jadi bisa nambah ilmu agama para ibu.
Seneng banget melihat Safa cinta sama sekolahnya. Rencananya selain TK, nantinya juga ada SD Amalia. Mudah-mudahan tahun depan dibuka, biar Safa tetap bisa sekolah di Amalia.
Selain itu, saking cintanya Safa dengan TK Amalia, kalo Safa punya adik cewek Safa mau kasih nama Amalia. Mudah-mudahan keinginan Safa terkabul.