Jejak Langkah Safa

Hari terus berlalu, meninggalkan jejaknya di sini. Kelak indah dibaca, dikenang dan penuh arti.

Saturday, July 21, 2007

SELAMAT TINGGAL TK AMALIA, SAFA MASUK SD

Sekarang Safa sudah masuk SD. Safa senang sekali dengan sekolah safa yang baru SD Tunas Bangsa. Teman sebangku Safa namanya Diani Elim. Safa suka dengan Diani, anaknya baik dan pintar. Setiap istirahat dan pulang sekolah Safa pasti main dengan Diani. Pengen sih main ke rumah Diani, tapi kata ibu nanti deh.
Sekarang Safa nggak ditungguin lagi di sekolah. Paginya diantar ayah, pulangnya di jemput ibu. Hebatkan. Safa juga udah nggak pernah nangis lagi di sekolah.
Safa sekarang punya mbak baru namanya kakak Mini, karena mbak Wati pulang kampung. Kata ibu Mbak Wati gak balik lagi. Sedih deh ditinggal mbak Wati. Safa sering nangis kalo inget mbak Wati. Ibu bilang nanti juga Safa lupa sama mbak Wati. Eh bener, waktu ada kakak Mini Safa senang sekali deh. Maunya main terus dan tidur sama kakak Mini. Ibu sampai marah.
Memang ibu bener, kalo kita baru pisah sama orang atau suatu tempat pasti sedih. Tetapi lama-lama lupa, apalagi kalau kita dapat gantinya. Seperti waktu Safa tamat TK. Kata ibu karena Safa sudah wisuda, maka Safa nggak sekolah di TK Amalia lagi. Safa jadi sedih, karena gak bisa ketemu sama ibu Ros, ibu Wiwi dan ibu Rini, juga teman-teman seperti Mira, Ashila, Diva, Lala, Aishi, Sisi dan Rahmat. Kebanyakan teman Safa masuk SD Athirah, tapi kata ibu Safa masuk SD Tunas Bangsa aja, karena takut ayah pindah lagi. Kan sayang uangnya, karena masuk SD Athirah itu mahal.
Safa juga mau cerita waktu Safa wisuda. Wah acaranya asyik deh di PMCC. Dari rumah Safa pake baju muslim putih dulu, karena acara pertamanya paduan suara menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Amalia, Mars Amalia, Ibuku dan Guruku, dan terakhir Sepohon kayu. Banyak ya. Setelah itu pake baju wisuda, baru Safa ganti baju untuk menari Manuk Dadali. Di tengah-tengah acara tiba-tiba datang noe dari Letto band, menyanyi lagu ruang rindu. Penonton jadi heboh, sampai banyak yang naik panggung, termasuk Safa. Acara wisuda ini kata ibu buat kenang-kenangan murid TK Amalia kalau sudah besar nanti. Ibu juga mengingatkan Safa biar tidak lupa sama semau yang sudah diajar ibu guru di TK seperti doa-d0a, surat-surat pendek juga pesan-pesan ibu guru. Mudah-mudah Safa ingat selalu.

Sunday, May 13, 2007

Hari-hari Safa di Bulan Mei

Udah lama juga Ibu nggak nulis, maklum sebentar lagi Safa kan mau punya adik, jadi Ibu lagi hamil muda jadi bawaannya mual dan malas. Padahal banyak lho cerita mengenai Safa.
Dua minggu yang lalu Safa senang sekali karena gema datang. Safa dibawain hadiah Polly Pocket yang ada kolam renang kecilnya. Kata gema dibeliin sama Tek Ellin waktu jalan-jalan ke Singapura. Safa udah punya lo Polly Pocket yang kolamnya besar dan ada air terjunnya. Ya udah, kata gema buat nambahin koleksi mainan Safa.
Kalo gema datang, Safa senang karena jadi sering jalan-jalan dan jadi tambah rame di rumah. Sayang gema cuma seminggu di Makassar.
Setelah gema pulang, Safa mulai les balet lagi dan piano. Ternyata les balet di tempat yang baru ini Safa jadi seneng karena diajarin hulahup. Temen-temennya udah pada jago. Safa juga pengen bisa.
Les piano juga Safa suka. Safa dikasih bukunya. Kata Ibu Safa harus rajin berlatih, biar bisa main piano.
Kalo ini cerita mengenai pelajaran Iqra Safa. Setelah lama vakum, Ibu mulai rajin lagi ngajarin Iqra. Tapi Safa jadi males banget, dan banyak yang lupa. Ibu jadi sebel banget. Mudah-mudahan Safa bisa menyelesaikan Iqra 6nya bulan ini, jadi bisa minta sertifikat dari sekolah. Ibu juga janji kalo Safa tamat Iqra mau bawain tumpeng ke sekolah.
Hari Sabtu kemarin sekolah Safa mengadakan acara Tadabur Alam ke pantai tanjung bayang. Wah, Safa senang sekali, karena Diva dan Sisi ikut mobil Safa. Selama perjalanan mereka cerita-cerita, kayak anak abg aja. Sisi cerita mengenai film-film serem seperti hantu jeruk purut dan suster ngesot. Kayaknya semua film serem udah ditonton Sisi. Ibu dan ayah sampai terheran-heran denger cerita Sisi. Kasian kami Sisi, kecil-kecil udah nonton yang kayak gitu. Tapi kayaknya Sisi sama sekali gak takut tuh. Di pantai Safa main pasir dan ikut lomba mengisi air ke dalam botol. Ya, Safa kalah. Safa berkesan sekali sama acaranya, sampai-sampai Safa minta minggu depan rekreasi lagi. Yee maunya.
Sebentar lagi Safa selesai TK, ada acara perpisahan sekolah dan wisuda. Safa ikut menari Sunda Manuk Dadali. Setiap hari latihan di sekolah. Semoga acaranya sukses.

Sunday, February 11, 2007

Pesta Ulang Tahun Safa yang ke-5


Karena Safa sakit waktu hari ulang tahunnya, akhirnya baru pada tanggal 19 Januari Safa merayakan ulang tahun bersama teman-teman. Tadinya Safa minta di Mc D, tapi kata Ibu di rumah aja deh, undang tetangga jadi gak terlalu banyak. Safa juga mengundang Dita.
Sehari sebelumnya Safa di hypermart beli untuk mengisi goody bagnya, juga ke Agung. Untuk makannya ada mi goreng yang dimasak ibu dan otak-otak.
Kue ulang tahunnya seperti yang Safa minta, ada putri dan istananya, keren sekali deh.
Sore harinya Safa sudah tidak sabar untuk mandi dan memakai baju ulang tahunnya yang berwarna pink. Safa bahagia sekali kelihatannya. Safa juga tidak sabar menunggu teman-temannya datang. Yang pertama datang Kak Dinda dan Rara. Safa senang dan girang sekali menerima hadiah dari mereka, dan asyik bermain rebutan kursi.
Setelah semuanya datang, tiba waktunya tiup lilin. Teman-teman Safa kagum sekali sama kue ulang tahun Safa. Setelah tiup lilin, kue ulang tahun dibagikan untuk teman-teman Safa. Setelah kenyang, Safa dan teman-teman nyanyi-nyanyi ngikutin vcd. Teman-teman Safa pulang dengan gembira, membawa goody bag dan gak lupa ibu membungkus mie goreng dan otak-otak buat mereka, karena masih banyak sisanya.
Saat yang paling Safa sukai adalah buka kado. Walaupun gak banyak, tapi Safa happy sekali. Safa juga gak lupa mengucapkan terima kasih pada Ibu, karena Ibu sudah membuat acara ulang tahun Safa menjadi berkesan.



Tuesday, January 16, 2007

Ulang Tahun Safa ke-5


Hari ini Safa ulang tahun yang ke-5. Tapi sayang Safa masih sakit. Padahal Ibu janji mau beliin kue ulang tahun, tapi gak jadi karena Safa sakit. Kata Ibu nanti tanggal 19 Januari aja, juga mau ajak temen2 Safa di rumah buat makan-makan. Safa jadi sebel deh. Makanya kata Ibu Safa harus makan yang banyak biar cepet sembuh.
Waktu sore, ada sopir kantor datang ke rumah. Coba tebak dia bawa apa? Bapak sopir itu bawa hadiah buat Safa dari Bpk. Pardosi. Hadiahnya besar deh, isinya mainan rumah-rumahan beserta boneka dan isinya.. Mirip sih sama rumah mainan Safa yang warna pink, tapi yang ini lebih besar. Safa seneng deh.
Ayah pulang juga bawa hadiah dan kue ulang tahun warna pink tapi kuenya kecil. Biarin deh kecil, Safa tetap senang. Lilinnya angka lima, Safa pasang di kuenya. Sebelum tiup lilin, Safa buka kado dari Ayah, isinya boneka sama rak sepatu & tas yang bisa berputar dan ada musiknya. Abis makan kue ulang tahun, Safa main sama ayah sampai jam 9 malam.
Sebelum tidur, tidak lupa Safa berdoa untuk mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT Safa hari ini sudah genap 5 tahun. Ibu bilang Safa harus bisa mandiri, seperti makan sendiri , rajin belajar dan tidak suka nangis, marah-marah dan teriak.

Jejak Langkah Safa: Libur sekolah

Jejak Langkah Safa: Libur sekolah

Monday, June 19, 2006

Catatan Akhir Sekolah

Aduh ibu, kok judulnya lucu sih, kaya’ film aja, lagi pula kan Safa belum tamat TK. Ah biarin aja, biar keren gitu lho. Tanggal 10 Juni kemarin Safa dapat rapor. Kata ibu guru, safa banyak kemajuan di semester genap ini. Di rapor nilainya banyak yang baik. Kalo sebelumnya cuma sedang-sedang aja. Tetapi yang masih belum sembuh itu nangisnya. Setiap hari di sekolah Safa pasti nangis, dari yang diganggu temen atau jatuh. Ibu berdoa mudah-mudahan kalo Safa TK B nanti nilainya semakin bagus, semakin bisa konsentrasi, perilaku dan sopan santunnya makin baik dan tidak cengeng lagi alias bisa mengontral emosinya (Eqnya makin baik). Amin.
Nah, yang paling dinanti-nanti adalah acara penamatan TK B dan Kelompok Bermain. Persiapannya udah dari awal bulan Mei. Setiap hari pasti latihan. Murid TK A perempuan menari kupu-kupu, murid laki-laki senam pagi.
Ada cerita lucu. Sebelumnya Safa ditunjuk jadi bunga. Udah sempet latihan jadi bunga. Tapi setiap latihan Safa selalu merengek-rengek ke ibu wiwiek minta jadi kupu-kupu, karena kalau kupu-kupu itu cantik pakai sayap. Mungkin karena bosan mendengar rengekannya, akhirnya permintaannya dikabulkan. Anggap saja Safa belajar bernegosiasi. Tapi ibu suka sebel sama Safa karena Safa kalo nari malas dan tidak luwes. Padahal ibu itu pengen banget Safa pintar menari.
Tanggal 17 Juni adalah acara penamatannya. Safa senang sekali. Di rumah Safa sudah tidak memakai baju kupu-kupunya. Apalagi saat di make-up wah Safa antusias sekali. Tumben ibu mau dandanin Safa. Safa jadi pengen ngaca terus. Pasti Safa merasa menjadi orang paling cantik sedunia, dengan baju mekar warna kuning dan memakai mahkota, membuat Safa pengen berputar terus. Padahal sayapnya belum dikasih.
Sampai di gedung PMCC, sebelum masuk Safa sempet foto di tempat tukang foto menggelar studio kecilnya. Waktu masuk, Safa gembira sekali melihat teman-temannya, apalagi setelah memakai sayapnya. Rasanya Safa pengen terbang seperti kupu-kupu.
Acara dimulai dengan kata sambutan oleh ibu Rini dan kemudian acara wisuda. Murid-murid duduk dibawah di depan panggung, sambil keliaran seperti Safa. Juga ada pembagian hadiah buat para 10 besar. Safa gak dapet tuh. Kata ibu tidak apa-apa, buat itu menjadi semangat biar Safa rajin belajar biar menjadi orang pintar, tetapi yang paling penting itu Safa bisa menjadi anak yang shalihah. Setelah itu ada lagu-lagu dari murid TK B.
Kejutan sekali, ada MC om Ivan yang pernah jadi MC waktu kantor ayah ulang tahun. Lucu sekali deh. Om ivan nyanyi lagu Bunda dan Kenangan Terindahnya Samson pake suara anak kecil. Semua orang tepuk tangan. Yang seru ada gamenya. Sayang deh Safa nggak ditunjuk, padahal safa udah nunjuk tangan. Gamenya lucu-lucu. Ada yang disuruh tebak lagu. Yang paling lucu waktu ada lima anak disuruh menirukan gerakan ayam, bebek dan burung sesuai dengan yang diucapkan om ivan. Kalo om ivan bilang ayam, kepalanya digerakkin kayak ayam sedang matok, kalo bebek tangannya gerak kayak sayap bebek, kalo burung gerakannya bukan seperti burung terbang, tapi pinggangnya ke depan dan ke belakang. Heboh deh orang-orang pada ketawa. Menghibur sekali.
Setelah itu baru TK A menari kupu-kupu. Kata ibu bagus, tapi seperti biasa para orang tua kumpul di depan panggung buat merekam atau mengambil foto anaknya, jadinya penonton lain gak bisa liat.
Selesai deh acaranya. Semua orang senang, tapi sedih juga karena nanti gak ketemu lagi sama kakak TK B seperti kak Dina, kak Luli dan Kak Afi. Selain itu perut laper karena sudah jam 12 lebih. Safa jadi gak sabar mau cepet-cepet sekolah lagi, karena nanti Safa masuk TK B.

Wednesday, June 07, 2006

AKU CINTA AMALIA

Sejak bulan Januari ini Safa suka sekali pergi sekolah. Kalau dulu, mau sekolah itu pasti Safa bilang dia nggak suka sekolah. Tapi sekarang, hari Minggu atau libur pun Safa pengen sekolah. Kalau Ibu bilang hari ini libur, pasti Safa nggak percaya, keukeuh minta diantar ke sekolah katanya mau lihat bener nggak sekolahnya libur. Ck ck ck, kemajuan banget deh. Alhamdulillah ………
Saking cintanya Safa sama sekolahnya, Safa tidak mau pindah dari Makassar dan kalau sudah tamat TK, tetap pengen sekolah di Amalia. Hebat kan. Nggak nyangka deh cintanya sama Amalia begitu dalam, padahal kalau dilihat dari fisik sekolahnya, sebenernya Ibu kurang sreg. Gedungnya sebenernya hanya sebuah rumah tua yang disulap jadi kelas, playgroundnya sederhana nggak disemen, cuma tanah. Jauh dari nyaman dan kurang aman. Kelasnya juga tidak pake AC. Karena nggak jauh dari rumah, juga di Makassar nggak banyak playgroup Islam, makanya Ibu pilih Amalia.
Karena kelasnya terbatas, maka TK A dan TK B terpaksa gantian masuk pagi dan siang. Materi yang diajarkan selain yang umum, juga pengenalan terhadap agama Islam. Sebelum masuk kelas, anak-anak akan berkumpul di ruangan depan. Di sana mereka bernyanyi dan bergoyang. Yang bagusnya banyak lagu-lagu mengenai agama, kadang-kadang lucu juga lagunya. Seperti lagu di bawah ini
Di mulut ini ada doa, di hati ini ada doa, di tangan ini ada doa
Setiap hari tetap berdoa.
Di mata ini ada doa, di kuping ini ada doa, di mulut ini ada doa
Setiap hari tetap berdoa
Di mulut ini ada setan, di hati ini ada setan, di tangan ini ada setan
Kalau suka marah-marah
Ya Allah, Ya Tuhanku, lindungilah hambamu, Amin
Bait pertama setiap kata doa, tangan menadah tanda berdoa, pada bait kedua, setiap kata setan, anak-anak berteriak HIIII, kadang-kadang sambil memeluk temannya. Lucu deh.
Setelah bernyanyi dan mendengar cerita ibu guru, anak-anak belajar Iqra., baru setelah itu masuk kelas dan tidak ada istirahat.
Karena kondisi gedung yang seperti itu jadi tidak memungkinkan untuk melarang pengantar masuk, mungkin ini yang membuat kadang-kadang anak menjadi manja. Tetapi bagusnya, kita bisa akrab dengan para guru.
Kepala sekolahnya Ibu Rini Widodo juga enak diajak ngomong. Umurnya udah 60 tahun mungkin, kalo bicara lembut sekali, sejuk kalo denger beliau bicara. Ibu pengen sekali bisa bicara seperti cara ibu Rini, tapi ternyata susah. Setiap 2 x bulan Bu Rini mengisi pengajian di sekolah, jadi bisa nambah ilmu agama para ibu.
Seneng banget melihat Safa cinta sama sekolahnya. Rencananya selain TK, nantinya juga ada SD Amalia. Mudah-mudahan tahun depan dibuka, biar Safa tetap bisa sekolah di Amalia.
Selain itu, saking cintanya Safa dengan TK Amalia, kalo Safa punya adik cewek Safa mau kasih nama Amalia. Mudah-mudahan keinginan Safa terkabul.

Monday, May 22, 2006

LES Dengan Bu Titin

Mulai bulan Mei ini setiap hari Senin dan Rabu Safa les dengan bu Titin. Sebenarnya Ibu lebih suka mengajar Safa sendiri, tapi Safa selalu tidak mau diam. Kadang-kadang kesabaran Ibu habis dan jadi marah-marah. Kasian juga kalo Safa sering dimarahin. Terpaksa Ibu panggil bu Titin.
Safa, kenapa sih kamu susah sekali diatur? Untuk belajar Iqra satu halaman saja bisa menghabiskan waktu setengah jam. Belum lagi menulis. Pusing deh ibu. Padahal umur kamu sudah 4 tahun lho. Lebih enak belajar sama ibu jadi bisa menghemat pengeluaran. Kalau belajar sama bu Titin kan harus bayar. Sekarang Safa sudah bisa baca sedikit-sedikit, tetapi belum bisa membaca kata yang berakhiran huruf mati. Iqra sudah sampai Iqra 2 halaman 27. Berhitung bisa sedikit. Lumayan. Mudah-mudahan dengan bu Tiitin Safa bisa makin konsentrasi dan kelak Safa bisa mengaktualisasikan diri dengan bakat dan minatnya tanpa halangan